Bagikan

 

I Dewa Gede Budjana alias Dewa Budjana memang dikenal publik sebagai seorang Gitaris dari band Gigi. Namun sebelum bersama Gigi, ternyata Budjana sudah pernah bermain dengan beberapa grup musik seperti Squirrel (Band Jazz pertama di sekolahnya di Surabaya), Hydro, Spirit Band (sempat merilis 2 album seperti : Spirit – 1989, dan Mentari – 1991), Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa Orkestra, Elfa’s Big Band, Twilite Orchestra hingga bergabung dalam satu grup bersama Indra Lesmana di Java Jazz.

Kemudian pada tahun 1994, bersama Baron (gitar), Thomas (bass), Armand Maulana (vokal) dan Ronald (drum) membentuk sebuah band bernama Gigi. Bersama Gigi, Budjana sudah mengeluarkan lebih dari 10 album studio.

Tak hanya itu saja, Budjana sendiri juga kerap tampil secara Solo di luar dari band Gigi. Terhitung sudah ada beberapa album Solois yang dia ciptakan, seperti Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), Home (2005), Dawai In Paradise (2012), Joged kahyangan (2013), Surya Namaskar (2014).

Selain itu, Budjana juga sudah memiliki 2 album Solois rohani seperti Nyanyian Dharma (1998), dan Dewa Budjana Christmas Collection (2013).

Dan pada 18 Desember 2017, melalui akun Instagram pribadinya, Budjana membocorkan album terbarunya Mahandini yang akan dikerjakan pada awal tahun 2018 mendatang. Yang paling menyita para penggemar sekaligus pendengar setia dari seorang Budjana adalah keterlibatan beberapa nama dalam album terbarunya kelak. Seperti Mohini dey (bass), Marco Minnemann (drum sekaligus sebagai assisten rekaman di studio), dan melibatkan seorang Jordan Rudess (keys/piano dari Dream Theater).

 

I am very happy to announce that my newest album "Mahandini" will be recorded in the first months of 2018 with the help of an amazing band: Jordan Rudess @jcrudess (keys/piano), Mohini dey @dey_bass (bass) and @marcominnemann (drums) will be assisting me in the recording studio.. Beside these great musicians I have a few special guests who will be part of this more progressive project that will be released in late 2018. . Production co-ordination by Kris Claerhout / @jellybeard_kris productions. Sound Engineering will be handled by @prashantaswaniofficial Executive producer @lemmy_ibrahim / LEMMON.ID & Djundi Karjadi @macjundi @rudipoespo . #gitarisina #gitarisindonesia #bali #guitarplayermagazine #mahandini #mahandinidewabudjana

A post shared by Dewa Budjana (@dewabudjana) on

 

Bisa berkolaborasi dengan seorang Rudess adalah salah satu impian Budjana. Menurut Budjana, Rudess adalah sosok pemain piano terbaik dunia.

Alhasil, postingan Budjana ini pun menuai beragam komentar yang dominan bernada mendukung dan mengapresiasi jerih payahnya. Pada album Mahandini dari Dewa Budjana kelak yang akan rilis pada akhir 2018, turut menggandeng nama-nama seperti Kris Claerhout (Production Co-ordination), Prashant Aswani (Sound Engineering), Lemmy R Ibrahim (Executive Producer), Lemmon.id & Djundi Karjadi.

Sementara itu, bekerja sama dengan musisi internasional bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh gitaris asal Bali ini. Dalam album-album solo miliknya, Budjana kerap bekerja sama dengan musisi top dunia.

Nama-nama seperti Peter Erskine, The Late Dave Carpenter, Howard Levy, Bob Mintzer, Jimmy Johnson, Vinnie Colaiuta, Larry Goldings, Jack DeJohnette, Tony Levin dan Harry Husband tercatat sudah pernah berkolaborasi dengan Budjana.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.